Promosi Sekolah

Di awal bulan Maret, saya menemukan sekian banyak brosur, pamlet dan spanduk yang memberi tawaran keunggulan sekolah-sekolah swasta. Di saat kucermati penawaran keunggulan masing-masing sekolah berbeda. Ada yang realitis, dapat dievaluasi, dapat dicapai dan ada yang bombatis, hanya harapan-harapan saja. Sulit dievaluasi bahkan dicapainya. Nah, saat ini para orang tua dihadapkan pad pilihan untuk memilih sekolah. Saran saya adalah hati-hati dengan janji yang muluk-muluk, bombatis dari sekolah. Secara realita kemampuan sekolah dalam mengelola potensi anak didik hanya sekian persennya saja. Kesempatan yang dimiliki oleh sekolah juga terbatas. Karena itu semua promosi sekolah harus dapat diukur, dievaluasi dan realitis. Dari sini dibutuhkan ketelitian dari para orang tua. Bagaimana cara menilai promosi sekolah itu baik, buruk, realitis dan atau bombatis saja? Mari kita analisis sebuah promosi bombatis dari program setara D-1, D-2 dan atau ada yang bilang setara S-1.

Jika kita menemukan program yang menyebutkan dirinya setara D-1, D-2 dan seterusnya maka di situ terlihat ketidakpastian statusnya. Karena disebut dengan stara. Maka hasil lulusannya sulit diukur. Karena hanya setara saja. Mereka sering menyebut lulusannya akan diterima di dunia kerja seratus persen, jika tidak diterima uang kembali. Ada yang menulis, diterima kerja sebelum lulus. Dan sekian banyak cara promosi yang mengarahkan agar masyarakat memilihnya setelah masuk, urusannya lain. Semua yang dijanjikan tidak ada kenyataannya, dan sulit dibuktikan. Saya ajukan pertanyaan kecil, ”bagaimana mungkin lembaga penyelenggaran setara D-1, D-2 dan seterusnya dapat menjamin seratus persen lulusannya diserat dunia kerja?. Sementara lulusan PT yang telah terpercaya saja tidak dapat diserap oleh dunia kerja”. ”Mungkinkah dana yang telah dikeluarkan akan dikembalikan? Lembaga swasta dalam menyelenggarakan pendidikan hanya bermodal dari dana peserta didik. Darimana mereka dapat mengembalikan? Kalau thoh mereka mengembalikan pasti hanya sekedarnya saja”.

Melihat di balik keindahan promosi hanya berupa janji-janji saja. Saatnya para orang tua meneliti sedetail mungkin kondisi sekolah yang ada. Pada tahun 1997 saya punya teman nekat menyelenggarakan pendidikan setara D-1 hingga seterusnya di Malang hanya dengan modal pinjam gedung SD Negeri yang mangkrak. Temenku merenovasi sedikit sekali yang penting catnya baru. Setelah berjalan, maka ditemukan sekian banyak masalah sehingga akhirnya dibubarkan sendiri. Bagaimana nasib peserta didik, yaaa dibiarkan mencari altyernatif sendiri. Meneliti secara detai harus dilakukan oleh para orang tua agar tidak menyesal di kemudian hari.

Pertama lihatlah status gedung yang di tempati. Sewa, hak pakai atau milik sendiri. Jika sewa adaklah surat perjanjian sewa yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Berapa lama sewanya. Apakah selama waktu anak kita belajar di sana. Dengar pula komentar tetangga sekolah dan atau kampus tersebut. Apakah status tanah bermasalah apa tidak. Mengapa harus sedetail ini. Iya dong, karena kita ada kekwatiran diusir saat anak-anak belajar. (Mohon maaf saya buat contoh kasus, karena sudah menjadi pembicaraan di Malang, yaitu sebuah sekolah madrasah ibtida’iyah yang ada di Malang, namanya tidak baik kusebut)

Kedua, siapa penyelenggaranya. Karakter mereka. Atau bahkan riwayatnya. Jangan-jangan mereka itu orang-orang bermasalah yang hanya mencari sensasi dan keuntungan kemudian melarikan diri. Apakah ada kasus yang demikain, tentu saja banyak. Bila perlu kenal riwayat dan ketyokohannya. Jangan sampai kita salah memilih penyelenggara pendidikan adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ketiga, mintaklah rekomendasi pada tokoh-tokoh lokal tempat kita akan menyekolahkan anak kita. Semisal kita tanya tokoh lokal setempat, ”di mana sebaiknya kami harus memilih sekolah yang memiliki program semacam ini?” misalnya. Atau kita bertanya ”bagaimana saran Bapak atau Ibu, jika kami akan meilih sekolah ini?” Rekomendasi ini akan membermanfaat bahwa sekolah yang kita pilih telah dikenal, dinilai dan dipilih oleh orang yang kita mintai pandangan.

Keempat, jika ada waktu perlu juga mencocokkan yang ditulis di promosi dengan kenyataan yang ada. Sangat perlu juga, bertanya pada para pengguna saat itu. Bisa menggunakan sms, email dan atau telpon.

Kelima, cocokkan pula karakter anak, karakter Anda dengan karakter sekolah yang ditawarkan. Pilihlah yang cocok agar nantinya dapat menjalin kerja sama dengan baik.

Tidak selamanya yang ditulis di promosi dapat dipertanggungjawabkan. Demikian sebaliknya tidak selamanya promosi itu bohong. Ada pula sekian banyak sekolah yang menulis apa adanya dan kenyataan yang sebenarnya. Semisal sekolah tersebut hanya menampilkan gambar-gambar kegiatan. Kemudian menyebutkan presatsi yang pernah diraihnya. Nah menyebutkan sederet pretasi yang diraihnya merupakan laporan dari hasil yang dicapai. Tentu prestasi tersebut hasil dari jerih payah. Hal yang semacam ini dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada unsur membohongi dan bombatis. Jika ada pandangan lain sangat berguna monggo. Jika ada yang pernah tertipu oleh lembaga pendidikan dapat pula dituliskan di blog ini. Jazakumullah ahsanu jaza’.

Upaya melayani untuk mewujudkan generasi mbeneh.

Tidak Ada Komentar

No comments yet

Leave a reply