Apa Susuhnya Ahmadiyah Taubat
Apa susatnya bertaubat bagi para pengikut Ahamadiyah? Apa susahnya kembali kepangkuan Islam bagi mereka sehingga menjadikan semua pihak tidak terkuras energinya membahas Ahmadiyah. Semua pihak menyampaikan komentar dan sekaligus protes dengan berbagai cara. Ada yang anarkis dan ada yang lemah lembut. Hanya sedikit dari umat Islam yang memberi dukungan terhadap keberadaan Ahamdiyah.
Para pengikut Ahmadiyah, jika Anda mencari kebenaran di Islam, maka dengar suara para ulama’. Menimba ilmu ke ulama’-ulama’ yang telah terakui dan terpercaya serat terjaga. Bergaulah dengan sesama muslim sebagaimana kita dipersaudaraakan oleh aqidah kita yang sama. Pada saat yang sama, maka tingglakan segala keyaqinan yang mneyimpang. Dengarkan baik-baik penilaian para ulama terhadap Ahmadiyah. Beri ruang kiritik tersebut untuk menyelamatkan Anda.
Para aktifis Ahmadiyah, saya hanya bertanya sederhana,”Ahamdiyah itu agama baru atau hanya organisasi saja? Jika hanya organisasi, misalnya apa susahnya Anda meninggalkan oraganisasi tersebut kemudian berjuang dengan organisai lainnya yang terakui oleh masyarakat. Kalau memang AHmadiyah hanya organisasi sosial kemasyarakatan, maka penuhi segala tuntunan dan syarat agar para anggota Ahamdiyah bertaubat”
Saya kira masih ada waktu dan kesempatan untuk meluruskan, membenahi dan memperbaiki segala kesalahan yang Bapak, Ibu lakukan selamat mengikuti Ahmadiyah. Koreksi atas diri sendiri. Dan, melakukan taubatan nashuhah merupakan pilihan terbaik.
Mungkinkah Para Mantan Pengikut Ahmadiyah Nyebrang Aqidah
Kalau mengikuti pandangan para tokohnya, bahwa Ahmadiyah bukan agama baru hanya organisasi saja. Maka akibat dilarangnya organisasi atau agama baru Ahmadiyah tentu tidak akan menggoyahkan aqidah, syariah dan segala bentuk ibadah yang selama ini telah dilaksanakan oleh mereka. Mereka telah meyaqini kebeneran Al Qur’an. Mereka telah melaksanakan ibadah yang sesuai Al Qur’an. Yang dipersoalkan hanya pembenaran dan pengakuan adanya nabi baru setelah Rasulullah Muhammad Sholallah alahi was salam. Karena saya tidak tahu dan tidak pernah berdialoq dengan kelompok ini, maka saya tidak dapat memastikan kesamaan ibadah dan atau perbedaan ibadah mereka.
Jika setelah mereka di larang kemudian menyeberang ke agama selain Islam, maka yang diuntungkan Islam itu sendiri. Mengapa demikian? Bukankah Islam dirugikan dengan peindahnya sekian banyak pengikut Ahmadiyah? Ahhh, tidak. Justru Islam yang diuntungkan. Adakah pertimbangan?
Pertama, di tubuh Islam telah bersih dari kelompok dan ajaran yang menyimpang dan menjadi musuh dalam selimut. Paling tidak menjadi PR bagi kita untuk mendamping, meluruskan dan mengembalikan ke aqidah yang benar. Bahkan rrongrongan ini akan berakibat pada melemahnya kekuatan Islam. Mungkin ada baiknya mendalami sejarah berdiri Ahmadiyah.
Kedua, kaum muslimin telah mendapatkan pembelajaran yang sangat bernilai dalam upaya mengungkap aliran yang dibuat oleh para musuh-musuh Islam untuk melemahkan dan mengkaburkan ajaran Islam yang murni dan ahlu sunnah wal jamaah.
Ketiga, saatnya kaum muslimin bersatu pada dalam menghadap kaum munafiq, dan yahudi serta nasrani.
Keempat, jumlah yang banyak dari mereka tidak berarti apa-apa jika tidak memernikan aqidah, bahkan cenderung menyimpang dan sekaligus merusak.


border"/>






Ass. ANE MAU IKUT NIMBRUNG, Itu benar ane setuju kalo organisasi mendingan yang ada saja, kalo kita berantem terus yang rugi kita dan orang orang kafir akan tertawa “INGAT HIDUP CUMA SEBENTAR SEKALI JGN AKHERAT KAU KORBANKAN YANG HIDUP SELAMANYA”
Wassalam
wa’alaikum salam
saatnya bertindak lebih menuju tatanan kemaslahatan umat dibanding hanya digerakkan emosi saja