Hilangkan Malas, Singkirkan Menunda-nunda
Saya sering datang di rumah di atas jam sepuluh malam. Bahkan sering pula di atas jam satu malam. Di atas penat dan capek, ada perasaan untuk menunda-nunda kewajiban menjalankan sholat yang belum kutunaikan. Hal tersebut sering menghampiri. Ditambah dengan rasa malas karena capek. Pertentangan dalam diri kita akan terjadi. “Ahhh, nanti dulu masih capek. Ahhhh, nanti dulu masih banyak waktu. Ahhh, nanti dulu kita ada ruksoh (keringanan karena safar). Ahhh nanti dulu karena ini dan itu. Menunda-nuda inilah yang menjadikan diri kita malas. Maka saatnya kita harus berani menyingkirkan sifat menunda-nunda segala amanah yang telah menjadi beban. Segala amanah yang telah kita sanggupi untuk kita laksanakan. Mengapa harus menyingkirkan penyakit ini.
Pertama, kesempatan yang kita miliki saat ini merupakan waktu dan kesempatan terbaik. Saya tidak yaqin kesempatan tersebut bisa terulang lagi. Atau mungkin ada waktu yang sama tetapi tak bisa seindah saat memiliki kesempatan pertama. Waktu tak akan kembali.
Kedua, usia kita dibatasi oleh napas setelah napas ini. Artinya kita tak mampu menjamin bahwa kita masih memiliki napas untuk nanti, nati dan nanti. Tanamkan pada diri kita bahwa waktu kita hanya ada saat ini. Maka harus segera diselesaikan segala amanah agar tidak menjadi hutang.
Ketiga, menunda itu berarti menumpun. Menumpuk pekerjaan. Menumpuk amanah. Dan menumpuk kecapekkan. Alangkah baikknya tumpukkan yang ada harus diambil secepatnya untuk diurai. Maka jangan diberi tumpukkan lainnya sehingga menjadi gunung.
Keempat, kecepatan menyelesaikan amanah terbatas. Maka alangkah baiknya diselesaikan secara bertahab. Karena di saat ada amanah, di saat itu pula ada pihak lain yang mengharap kita agar menyelesaikan sebaik mungkin, secepat mungkin dan sedetail mugkin. Menunda berarti mengecewakan yang memberi amanah karena tidak tepat waktu Kelima, menjadi penyebat malas dan hilang kepercayaan.
Lantas bagaimana agar kita dapat menghindar dari sifat menunda-nunda?
1. Urutkan semua amanah dari yang terpenting hingga tidak penting
2. Beri batas waktu kapan harus dituntaskan
3. Tumbuhkan rasa tanggung jawab
4. Hilangkan malas
5. Berbahagia di atas rasa capek dengan menyelesaikan tugas
6. Hindari kegiatan yang sia-sia
7. Kerja sama dengan semua tim, semua pihak agar ada sharing dan pembagian tugas dengan baik
8. Yaqinlah menyelesaikan amanah merupakan ibadah
9. Yaqinlah hasil yang akan kita telorkan ini bermanfaat untuk diri kita, masyarakat dan orang lain.
10. Bayangkan ada sosok yang menanti karya kita.
11. apa yaaaa?
Mudah-mudah memotisa sendiri


border"/>






benar! jangan menunda-nunda sesuatu! meskipun sampai sekarang saya masih sedikit-sedikit…
Sama-sama memperbaiki diri. Semoga dapat menjadikan diri kita termasuk orang yang selalu memperbaiki dan meningkatkan diri.
Bagus banget.aljkr ya,atas saran nya
Wah saya jadi malu jika ada yang muji, kita punya kesempatan yang sama
Sangat bagus untuk memotivasi diri. syukron tad
Yaaa, sama-sama kita saling menasehati. Jazakumullah ahsanu jaza’
saya rasa cara ini lumayan , tapi mungkin ada beberapa hal yang bikin pusing
Ohhh, mohon maaf jika ada tulisanku membuat Anda pusing atau masuk angin. Salam dari jauh. Alangkah baiknya diberi komentar yang mana, bagian mana yang menyebabkan Anda pusing?